Sedangkan Tambak adalah suatu bangunan untuk menampung tulang-belulang sekelompok keluarga yang telah digali dari kuburan kemudian ditaruh dalam suatu peti terbuat dari kayu. Peti tersebut kemudian dimasukkan ke dalam 'lubang' persegi terbuat dari beton. Setelah sebuah Tambak selesai dibangun, kemudian diadakan upacara 'pemakaman kembali' tulang-belulang yang telah diangkat dari kuburan, pada saat inilah berlangsung suatu pesta 'besar'. Disebut pesta besar karena biasanya membutuhkan dana yang relatif besar dan dihadiri oleh para keturunan yang 'dimakamkan kembali' itu. Para keturunan ini bisa saja berdatangan dari seantero Nusantara, bahkan mancanegara.
Tujuan
Tujuan pembangunan Tambak, menurut hemat penulis, ada tiga, yaitu:
1. Untuk menghormati arwah para orangtua atau leluhur;
2. Untuk sarana berkumpul para keturunan dalam bentuk ziarah;
3. Untuk menunjukkan status sosial keluarga;
Bentuk dan Warna
Bentuk Tambak sebagian besar didominasi oleh struktur Ruma Batak yang ditambah dengan simbol keagamaan yakni Salib. Bentuk Tambak ini banyak yang menarik, tapi warnanya 'kampungan'. Tambak-tambak yang umumnya berstruktur beton biasanya dipasangi keramik, sedangkan 'Ruma Batak' yang dibangun di atas Tambak diberi warna-warni. Pemasangan keramik dan pemilihan warna inilah yang menurut hemat saya yang sering 'merusak pemandangan'. Merusak pemandangan karena lokasi Tambak justeru sering di lokasi yang strategis, terutama di wilayah yang menjadi daerah tujuan wisata, seperti Samosir. Menurut penilaian penulis, jumlah Tambak yang menarik untuk dipandang hanya hitungan jari dibandingkan dengan ratusan yang 'kampungan' tadi. Kampungan karena pembuatnya berusaha tampil 'modern', tapi malah jadi 'kuno'! Itulah, maksud hati para pembuat tambak ingin berkesan modern dan menunjukkan status sosial yang tinggi karena 'merasa' sudah 'jadi' atau sukses, apa mau dikata, tambak (bentuk dan warna) malah tampil kampungan !
Mendukung Pariwisata
Saya sebagai wisatawan lokal sempat berhenti di beberapa lokasi Tambak yang menarik tersebut, seperti di Tambak dari keluarga Simarmata di Kecamatan Simanindo(?), Pulo Samosir, dan juga 2 makam keluarga lainnya masih di Pulo Samosir, saya lupa marganya (Lihat Foto, @Naraja)). Menurut saya, bukan tidak mungkin keberadaan makam-makam keluarga( Tambak) di seantero Tanah Batak menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mendukung peningkatan arus wisatawan, tidak saja lokal tapi juga dari mancanegara.
Dukungan Pemerintah Daerah
Jika saja Pemerintah Daerah di wilayah Tanah Batak, khusunya yang menjadi daerah tujuan wisata dapat memberikan perhatian yang memadai terkait dengan pendirian makam-makam tersebut, niscaya pembangunan Tambak oleh masyarakat Batak dapat menopang pengembangan pariwisata. Perhatian Pemerintah Daerah bisa dalam bentuk penegakan aturan Tata Ruang dan pembakuan bentuk umum Tambak yang boleh dibangun. Bentuk ini dirancang oleh Pemerintah Daerah dengan melibatkan para arsitektur dan seniman Gorga (ukir) Batak. Mudah-mudahan harapan ini terwujud.
Demikianlah.
PaxBataica!
Horas.
Naraja
(Luhut Rajagukguk Gelar Patuan Naraja)
(Luhut Rajagukguk Gelar Patuan Naraja)






2 Comments:
Setuju pak...hehehe......
Seharusnya memang tambak-tambak itu bisa menjadi keunggulan wisata di Sumut (walaupun saya hanya pernah melihatnya langsung 1x saja, karena baru pernah pulang kampung 1x hehehe...), karena menurut saya tambak itu kan simbol kebanggan kita akan leluhur dan kesenian orang batak. Selain itu biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya ga sedikit + ditambah dengan pestanya. Sayang sekali klo tambak-tambak itu dibangun hanya untuk menunjukkan status sosial suatu keluarga saja atau hanya untuk 'pamer', tanpa memperhatikan sisi keindahan dari kematian itu sendiri.
Klo boleh saya tambahkan ya pak, menurut saya tujuan tambak2 itu dibangun seharusya juga sebagai sarana untuk meneruskan adat-istiadat dan kebanggan kita sebagai orang batak, sehingga generasi selanjutnya ketika melihat tambak2 itu akan menghargai kekayaan seni budaya batak. yah...walaupun saya sebagai generasi muda tidak tahu banyak juga tentang budaya batak, tapi bener loh pak saya bangga lahir sebagai orang batak, saya hanya tidak tau dari mana harus memulai mempelajarinya dengan baik dan benar. Mudah2an lewat blog ini saya bisa lebih mengenal budaya dan keindahan suatu suku yang dinamakan BATAK....
Horas pak...!!!
GBU
Terimakasih atas perhatiannya ya. Generasi muda Batak sebisa mungkin harus mempertahankan identitasnya. Ingatlah peringatan orang bijak, bahwa Indonesia adalah himpunan dari 'bangsa-bangsa'. Dan Bangsa Batak adalah salah satu dari bangsa-bangsa tersebut.
Horas.
Naraja
Post a Comment