Friday, May 29, 2009

Tahanan Peristiwa 3 Februari 2009


Sampai hari ini, belum ada keputusan hukum atas pendukung Provinsi Tapanuli yang ditahan sejak peristiwa demonstrasi di Gedung DPRD Sumut tanggal 3 Februari 2009 yang lalu. Informasi terakhir yang penulis peroleh dari tahanan Poltabes Medan, setidaknya ada 28 orang yang masih ditahan disana. Mereka ditahan bersama-sama dengan pelaku criminal yang jumlahnya ratusan. Disana sebutan tahan ada 2, yakni tahanan umum dan tahanan “Protap”, maksudnya pendukung tapanuli. Kondisi fisik mereka sangat memprihatinkan, wajah pucat dan baju dibuka karena kepanasan. Satu hal yang dapat menenangkan perasaan adalah sikap professional para polisi penjaga tahanan yang ramah dan bersahabat tapi tetap tegas. Inilah yang agak menetralisir suasana panas di lingkungan tahanan yang sesak.

Mahasiswa

Dari daftar nama tahanan, terdapat 9 berstatus mahasiswa. Perasaan saya agak trenyuh menyaksikan wajah-wajah polos tapi mencerminkan semangat perjuangan. Mereka tak banyak berkomentar, sekalipun kita berada persis di depan sel tahanan. Tapi kita dapat merasakan keinginan mereka untuk segera bebas. Atau setidaknya status mereka segera diputuskan melalui pengadilan.
Protap

Ketika penulis mendekat sel, beberapa orang dari mereka yang berada dekat jeruji penyekat langsung bertanya: “Protap?” Maksudnya keluarga pendukung Protap. Ya, saya jawab. Sembari berbincang-bincang ala kadarnya, penulis menanyakan jumlah yang ditahan sejak peristiwa 3 Februari 2009, siapa saja dan dimana saja ditahan. Penulis mendapat jawaban, kurang lebih enampuluhan jumlah yang ditahan. Di sel Poltabes sendiri terdapat kurang lebih 28 orang, sisanya ditahanan lain seperti di Poldasu. Sebelum pulang, penulis mendapatkan daftar nama-nama yang ditahan, baik yang di sel Poltabes, maupun di tempat lainnya. Jumlahnya 50 orang, mungkin jumlah inilah yang dapat mereka ingat. Inilah nama-nama dalam daftar itu:
  1. P Julianus Sitanggang, SE
  2. Haksa F Sinambela (Mahasiswa)
  3. Eli Syahputra Tambunan (Mahasiswa)
  4. Drs. Tahan Manahan Panggabean
  5. Drs. Nurdin Manurung
  6. Jumpa Sihombing (Mahasiswa)
  7. Drs. Baharudin Rajagukguk
  8. Drs. Rudolf Marpaung
  9. David Saragih (Mahasiswa)
  10. Erwin Sutanto Simanjuntak
  11. Robert Hutagalung
  12. Ganda Hutasoit (Mahasiswa)
  13. Maraga Banjarnahor (Mahasiswa)
  14. Roni Situmorang (Mahasiswa)
  15. Roy Sinaga (Mahasiswa)
  16. David Nainggolan (Mahasiswa)
  17. Darwin Sibarani
  18. Drs. Burhanudin Rajagukguk
  19. Hasudungan Silaen
  20. Rijon Manalu
  21. Candra Manurung
  22. Drs. Victor Siahaan
  23. Drs. Juhal Siahaan
  24. Martunggul Panjaitan
  25. Sopan Simanungkalit
  26. Iwan Hutagalung
  27. Lambok Nainggolan
  28. Timbul Simbolon
  29. Lintong Lumban Toruan
  30. Vinci Hutagaol
  31. Toman Yansindo Sinaga
  32. Erwin Josua Tarigan
  33. Fernando Situmorang
  34. Anju Naibaho
  35. Cris Sitepu
  36. Lunggu Pasaribu
  37. Roy Frans Sagala
  38. Rony Sibagariang
  39. Dedy Nainggolan
  40. Robert Sitorus
  41. Matatia J Sibuea
  42. Cristian Manurung
  43. Rokky Sianturi
  44. Juliandy Sitompul
  45. Stepen F Sembiring
  46. Imanuel Lumban Tobing
  47. Nasrul Simbolon
  48. Urat Sihombing
  49. Poltak Panjaitan
  50. Gelmor Samosir


Tekad dan Doa

Agar perjuangan mereka ini tidak sia-sia, atau disia-siakan oleh pihak lain, mari kita dukung mereka dengan menyatukan tekad dan doa. Semoga Provinsi yang kita impikan dapat terwujud segera. Amin.
Demikian laporan dari Medan. ( 24 Mei 2009)

PaxBataica!
Horas.
Naraja
(Luhut Rajagukguk Gelar Patuan Naraja)

0 Comments:

Post a Comment