Halaman ini berisi nama-nama tokoh dari masa ke masa dari berbagai bidang kehidupan. Ketokohan tidak diukur dari skala geografis seperti internasional, nasional, atau lokal. Ketokohan diukur dari peran/gagasan/karya yang sangat menonjol dibidang tertentu dan dampaknya terhadap dunia Batak. Tokoh yang memiliki pengaruh dan/atau mengharumkan nama Batak dimanapun dan dalam bidang apapun, yang tentu saja: sangat menonjol dan langka. Penokohan dilakukan terhadap mereka baik yang sudah meninggal maupun masih hidup.Karena tidak semua orang dapat setuju terhadap kriteria ketokohan tersebut di atas, maka tokoh disini diberi atribut : Tokoh Versi Bataica.Com. Kepada para pembaca yang budiman, silahkan memberikan pendapat atau usulan bila dirasa perlu.
Horas
Naraja
Tokoh Versi Bataica.Com
Lahir di Bakkara dengan nama Ompu Pulo Batu Gelar Patuan Bosar Sinambela pada tahun 1858 dan ditabalkan menjadi raja di Bakkara pada tahun 1875 ketika beliau masih berumur 17 tahun.Perannya yang sangat menonojol adalah memimpin Perang Batak melawan penjajah (1877-1907). Beliau gugur pada tanggal 17 Juni 1907 di hutan Sionomhudon, Tapanuli Utara. Pada Tahun 1961, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.
--------------------------
Lahir di Nordstrand, Denmark (kini Jerman), 6 Februari1834 – meninggal di Sigumpar, Toba Samosir, 23 Mei 1918 pada umur 84 tahun) adalah seorang penyebar agama Kristen Protestan di antara suku Batak, Sumatra Utara. Selain itu Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa. Beliau adalah Ephorus (pimpinan tertinngi) yang pertama HKBP.
--------------------------
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September1984 pada umur 67 tahun) adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain beliau pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Beliau salah satu pendiri ASEAN, dan pernah menjadi ketua Majelis Umum PBB di New York, USA. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga pada pemerintahan Soeharto.
DR Tumpal Dorianus Pardede adalah salah putra terbaik Sumatera Utara yang lahir di Balige, Tapanuli Utara 16 Oktober 1916 silam. Setelah sukses berkarya sejumlah bidang usaha, beliau ‘dipanggil’ Yang Maha Kuasa pada 18 November 1981. Gebrakannya dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara khususnya di Kota Medan tidak diherankan lagi. Berbagai upaya beliau dalam menciptakan lapangan pekerjaan didalam industri tekstil, perhotelan, pendidikan, olahraga, perkebunan, rumah sakit, dan lain sebagainya telah dirasakan masyarakat luas. TD Pardede memiliki dua yayasan yakni TD Pardede Holding Company dan TD Pardede Foundation.
Dr. Uli Kozok adalah seorang Tokoh. Hampir seluruh hidupnya beliau sumbangkan dalam berbagai aktifitas untuk menggali, mengembangkan dan menyebarluaskan hasil penelitiannya tentang bahasa dan aksara berbagai suku bangsa di nusantara ini.
Karya-karyanya:
1. Buku- Buku, antara lain tentang surat Batak dan naskah Melayu (Kozok, Uli. 2009. Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak, Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta:Gramedia; dan Kozok, Uli. 2006. Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Naskah Nusantara, Yayasan Obor Indonesia. xiv +168p);
2. Artikel, antara lain tentang Cap Sisingamangaraja (Kozok, Uli. 2000. The Seals of the Last Singamangaraja. Indonesia and the Malay World 28 (82):254-279);
3. Hasil Reviu, antara lain tentang Nommensen (Kozok, Uli. 2002. Martin E. Lehmann. A Biographical Study of Ingwer Ludwig Nommensen (1834-1918), Pioneer Missionary to the Bataks of Sumatra. Studies in the History of Missions 13, Lewiston/Queenton/Lampeter:Edwin Mellen Press 1996. Review of Indonesian and Malaysian Affairs 36 (1), pp. 79-82.);
4. Publikasi elektronis;
5. Computer software mengenai surat batak Kozok, Uli. 2003. Surat Batak 1.1. Post Script and True Type Fonts for IBM PC and Macintosh for the Batak scripts of Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, and Toba. Honolulu; dan Kozok, Uli. 1999. Surat Batak 1.0 (Post Script and True Type Fonts for IBM PC and Macintosh), Auckland.)
6. Penghargaan-penghargaan dan banyak catatan tentang berbagai aktifitas di seluruh dunia.
Transtoba2
Karyanya yang paling fenomenal khususnya bagi bangsa Batak adalah computer software SURAT BATAK 1.2 TRUETYPE™ FONT PACK for Microsoft ® Windows ® and Macintosh Computers © Copyright 1999-2008 Uli Kozok (Honolulu). "Dengan adanya transtoba2 kita dapat menulis teks dengan menggunakan huruf Latin yang, secara otomatis, akan diubah menjadi aksara Surat Batak. Untuk mendukung copy and paste (mengopi teks lalu menyisipkannya di transtoba2) maka kami tambahkan tanda baca seperti titik dan koma serta angka 0-9 (perhatikan bahwa aksara Batak tidak memiliki angka sehingga kami gunakan angka Arab”, jelasnya tentang transtoba2. Artinya, dengan menggunakan transtoba2, setiap huruf yang diketik dalam Bahasa Indonesia, Jerman, dan Inggris secara otomatis akan muncul dalam versi aksara Batak.
Butet Manurung
Perempuan Batak yang membaktikan hidupnya untuk mendidik baca tulis anak-anak dari Suku Anak Dalam, Jambi.

Saur Marlina Manurung (lahir di Jakarta, 21 Februari 1972; umur 39 tahun) adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia. Sebagaimana gadis Batak lainnya, ia biasa dipanggil "Butet" dan kini namanya lebih dikenal sebagai Butet Manurung.
Sekolah rintisan pertama kali ia terapkan bagi masyarakat Orang Rimba (Suku Kubu) yang mendiami Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Metode yang diterapkannya bersifat setengah antropologis. Pengajaran membaca, menulis, dan berhitung dilakukan sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama beberapa bulan. Sistem ini dikombinasi dengan mempertimbangkan pola kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Setelah tersusun secara sistematis, ia mengembangkan sistem Sokola Rimba (diambil dari bahasa yang digunakan orang Rimba, salah satu dialek bahasa Melayu). Sistem Sokola Rimba kemudian diterapkan pula di berbagai tempat terpencil lainnya di Indonesia, seperti di Halmahera dan Flores.
Pemerintah RI berencana mengadopsi sistem ini untuk dikembangkan pada masyarakat dengan kondisi khusus.
Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber.
Sumberfoto:http://orangefloat.wordpress.com/2010/04/08/butet-manurung-dan-suku-anak-dalam/comment-page-1/#comment-7162
Tahi Bonar Silalahi
Letnan Jenderal (Purn.) yang lebih dikenal dengan nama TB Silalahi adalah orang penuh bakti kepada Negara. Khususnya untuk Bonapasogit ia mendirikan TB Silalahi Center di Balige. Ia juga menjadi tokoh yang memprakarsai Museum Batak di Balige, Kapbupaten Tobasa yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Tiopan Bernhard Silalahi (T.B. Silalahi) (lahir di Pematangsiantar, 17 April 1938; umur 73 tahun) adalah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI. Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1961 ini memiliki jabatan terakhir di militer adalah Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal, tahun 1988. Selanjutnya dikaryakan sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998).
Pengabdian di bidang militer diawali sebagi Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962),Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan (1963-1965) bersamaan dengan operasi Dwikora. Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara IsraelMesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo. Dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI. dan
Sejalan dengan penugasannya, TB Silalahi memanfaatkan waktunya dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai sarjana muda (1968) dan mendapatkan S1 pada Sekolah tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995). Atas prestasinya dalam bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 agustus 1996 di Manila, Filipina. Karier militernya dilanjutkan dengan tugas karya sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi (1988). Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), Kabinet pembangunan VI, Ia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI. Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat TB Silalahi menjadi penasehat presiden yang kemudian pada tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.
TB Silalahi adalah pendiri dan anggota Dewan Pembina Yayasan Soposurung yang mendirikan dan mengelola sebuah sekolah unggulan di Balige, Sumatera Utara. Menurunnya mutu pendidikan di Bonapasogit, menggerakkan hati TB Silalahi untuk turut serta bertanggungjawab, bersama teman-teman masa kecilnya (Alumni SMA Soposurung) beliau mendirikan Yayasan Soposurung), berupa sebuah asrama yang menampung siswa/i lulusan SMP yang terpilih melalui seleksi yang ketat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, setiap tahun 40 orang putra-putri terbaik bonapasogit (sejak 2008 menjadi 80 orang) digembleng mental dan karakternya disamping mengikuti pendidikan formal di sekolah (SMAN 2 Balige). Konsep ini dikenal dengan istilah SMA Plus yang kemudian ditetapkan oleh Presiden Soeharto sebagai sekolah percontohan di seluruh Indonesia. Pekerjaan tidak sia-sia, saat ini ratusan alumni sedang menempuh kuliah diberbagiai perguaruan tinggi terbaik di Indonesia. Juga ratusan alumni sudah bekerja diberbagai bidang pekerjaan, swasta maupun negeri. Dalam maupun luar negeri.
Sumber: Wikipedia Indonesia dan berbagai sumber


0 Comments:
Poskan Komentar